Manusia Tak Bertanggung Jawab

April 13th, 2008 by faikai

Siriusblackash

sebel…plus…plus…plus…ga tau deh kenapa gw bisa mengutarakan ini. Mungkin cuma satu yang harus kita pegang, jangan terlalu percya dan berharap pada seseorang…bukan maksud untuk men-judge orang tidak baik, tapi setidaknya kita bisa mengetahui karakter orang dari sifat yang ditunjukan kepada kita.

Tulisan ini gw tunjukkan kepada seseorang yang saat ini mempunyai tanggung jawab pekerjaan kepada gw dan semoga dia membaca…dan tergugah hatinya untuk memperbaiki dan tidak merugikan orang lain…semoga

Pusing…bagian 01

April 20th, 2006 by faikai

Pusing…pusing…melihat negara ini…melihat berita di TV ko ga ada bagusnya..semuanya menyebalkan..dari selebritis, pejabat yang korup, fenomena alam, RUU APP, RUU Tenaga Kerja, Tibo Cs, sampai mau perangnya US-Iran..wah wah…
Kalo dilihat dari jaman kita dulu ko enak ya..liat TV banyak acara super hero dari Voltus, Megaloman, Lionman…sampai Goggle V, mendingan gw nonton yang satu ini aja deh…jadi Fresh…tapi gw ga ada filmnya (ada ga yang jual…jadi pengen beli neee..hhehhehehee)
Mana siy Indonesia yang dulu…gw ngeliat gw ko ga merasa ada di negara ini??? gw banyak ngeliat di TV banyak anak kekurangan gizi padahal itu di Jawa yang notabene gw ini tinggal di Jawa juga.. gw mo ngomong ke siapa…masa sms ke SBY…palingan yang baca bukan dia…emang SBY-JK sapa siy…gw merasa ga memilih dia…gw ngeliat gebrakan2 100 harinya ga ada bagusnya… masih hebat gebrakannya Soto Gebrak yang ada di Tebet….wuiiiihhhh mantabbbbbb (pake b)!!!

Megaloman_1

Why people in luv not always marriage to each other..

October 12th, 2005 by faikai

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?
Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng..
kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah…(That simple?)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya
punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan
wanita.
Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan
lancar..
Lalu apa?

Menikah adalah proses pendewasaan, dan untuk memasukinya diperlukan pelaku
yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan
punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah,
tapi kenyataannya?

Harus ada komunikasi dua arah, ada kerelaan mendengar kritik, ada
keikhlasan meminta maaf, ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian
untuk mengemukakan pendapat.

Sekali lagi menikah bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan
rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan
yang memacetkan jalan.

Menikah adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal
pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.

Menikah adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu
ruangan dimana ciuman, pelukan, dan hubungan cinta yang berkepanjangan
hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa,
bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan,
bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling
tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

Menikah adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasanganmu (anda).
Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana kamu (anda) bisa memahami orang
lain…
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana kamu (anda) bisa
memperhatikan pasangan hidup ?

Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam
samudra, serta jiwa besar untuk menerima dan memaafkan

-Sebuah inspirasi dari milis sebelah-

Bangsa Ini Memerlukan Zhu

September 16th, 2005 by faikai

Bangsa Ini Memerlukan Zhu

Oleh: Asro Kamal Rokan (Republika Online)

Xiao Hongbo telah dihukum mati pekan lalu. Delapan orang pacarnya –yang dibiayai dalam kehidupan mewah– mungkin hanya menangisi lelaki berusia 37 tahun. Tidak ada yang bisa membantunya.

Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan pacarnya.

Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan.

Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Ketika dilantik menjadi perdana menteri pada 1998, Zhu dengan lantang mengatakan, ”Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan puluh sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang sama.”

Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.

Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar. Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera.

Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut, kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestik bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS.

Sukses Cina itu, menurut guru besar Universitas Peking, Prof Kong Yuanzhi, karena Zhu serius memberantas korupsi. Perang terhadap korupsi diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zhu mengeluarkan dana besar untuk pendidikan manajemen, mengirim ribuan siswa belajar ke luar negeri, dan juga mengundang pakar bisnis berbicara di Cina.

Kini, lihatlah apa yang terjadi di Indonesia.

Pengangguran terus bertambah, anak-anak gadis dari desa terpaksa menjadi pelacur di kota, lulusan SMU menjadi pengamen, anak-anak SD yang malu tidak dapat membayar uang sekolah, bunuh diri. Ratusan ribu orang tumpah ke kota-kota karena di desa tidak ada harapan. Ratusan ribu orang menjadi tenaga kerja di luar negeri, ditipu calo dan disiksa majikannya. Mereka adalah korban. Koruptor menghisap hidup mereka, bertahun-tahun tanpa ada yang menolong. Koruptor mengambil hak mereka atas tanah, hak mereka atas air, hak mereka untuk sekolah, hak mereka untuk berdagang, hak mereka untuk bekerja, hak mereka untuk mendapatkan layanan, hak mereka untuk kesehatan. Apalagi hak yang tersisa untuk orang-orang miskin itu?

Pemerintah bukan penolong orang-orang miskin, terkadang mereka juga mengambil uang dari orang-orang miskin. Bangsa ini memerlukan orang seperti Zhu Rongji, bukan pesolek.

Sebab, inilah keadaan utama Indonesia:

Jatuhkanlah tiga buah batu dari pesawat udara di wilayah Indonesia, maka yakinlah satu di antara batu itu akan mengenai kepala koruptor!

Yang biasa dalam Friendster

July 13th, 2005 by faikai

yang biasa dalam testimonial friendster^_^
copy paste aja…siip kan!

________=+=+=__________________________ _____+########+________________________ ___=############=______________________ __+##############+_____________________ _=################=_________=+=+=_____ _+#################+____+########+__ __=#################=_=###########=_ ___+#################+#############+_ ____=##############################=_ ______+############################+_ _______=##########################=_ _________+#######################+___ __________=#####################=____ ____________+##################+_____ _____________=###############=_______ ______________+############+_________ _______________=#########=___________ ________________+######+____________ _________________=####=_____________ __________________=+=_____________

_________@@@@@@@@_____
_____@@@@@@____________
___@@@@@@______________
__@@@@@@@_____________
___@@@@@@______________
_____@@@@@@____________
_________@@@@@@@@_____
___________________________
______@@@@@@@@@_______
__@@@@@_______@@@@@__
_@@@@@_________@@@@@_
_@@@@@_________@@@@@_
_@@@@@_________@@@@@_
__@@@@@_______@@@@@__
______@@@@@@@@@_______
___________________________
______@@@@@@@@@_______
__@@@@@_______@@@@@__
_@@@@@_________@@@@@_
_@@@@@_________@@@@@_
_@@@@@_________@@@@@_
__@@@@@_______@@@@@__
______@@@@@@@@@_______
___________________________
__@@@@@@________________
__@@@@@@________________
__@@@@@@________________
__@@@@@@________________
__@@@@@@________________
__@@@@@@@@@@@@@@___
__@@@@@@@@@@@@@@___
__@@@@@@@@@@@@@@___

_______________________________
____________888888888888888____________
_________888888888888888888888_________
_______8888888888888888888888888_______
_____88888888888888888888888888888_____
____8888888__8888888888888__8888888____
__88888888____88888888888____88888888__
_8888888888__8888888888888__8888888888_
_8888888888888888888888888888888888888_
888888888888888888888888888888888888888
888888888888888888888888888888888888888
888888888888888888888888888888888888888
_8888__8888888888888888888888888__8888_
_8888__8888888888888888888888888__8888_
__8888__88888888888888888888888__8888__
____888__888888888888888888888__888____
_____8888__88888888888888888__8888_____
_______88888_______________88888_______
_________888888888888888888888_________
____________888888888888888____________
_______________________________________

_@@@@@@@__
_@@@@@@@__
_____@@______
_____@@______
_____@@______
_____@@______
______________
___@@__@@__
___@@__@@__
___@@@ @@__
___@@__@@__
___@@__@@__
___@@__@@__
______________
______@@_____
_____@@@____
____@@_@@___
___@@___@@__
__@@@@@@@_
_@@_______@@_
________________
________________
_@@@____@@__
_@@@@___@@_
_@@_@@__@@_
_@@__@@_@@_
_@@___@@@@_
_@@_____@@@_
________________
___@@____@@__
___@@___@@___
___@@__@@____
___@@@@______
___@@__@@____
___@@____@@__
___@@_____@@_
________________
__@@______@@_
__@@______@@_
____@@__@@___
______@@@_____
_______@@______
_______@@______
_______@@______
________________
_____@@@@____
___@@____@@__
___@@____@@__
___@@____@@__
_____@@@@____
_________________
___@@____@@__
___@@____@@__
___@@____@@__
___@@____@@__
___@@@@@@___
_____@@@@____

FOR BEING MY FRIEND

_./’\._¸¸.•¤**¤•.¸.•¤**¤•.¸.•¤•.
*•. .•* * Long life education!!*
/.•*•.\ ¸..•¤**¤•.,.•¤**¤•..,.•¤**